4 Kesalahan Finansial Bisnis Startup yang harus dihindari di 2021

4 Kesalahan Finansial Bisnis Startup yang harus dihindari - Ketika berbicara tentang Bisnis, atau Start up tidak bisa diabaikan begitu saja. Pasalnya, banyak sekali bisnis yang baru saja memulai atau bisnis startup yang melakukan kesalahan finansial. Hal ini sungguh tidak baik untuk kelangsungan bisnis anda. 

Kesalahan bisnis startup

Ketika kita berbicara tentang startup, ada banyak opini dan perspektif berbeda tentang menghabiskan uang untuk mendapatkan uang. Beberapa pemilik bisnis menekankan untuk berhemat dan ada yang mendorong untuk menghabiskan dan berkembang dikarenakan mereka berharap untuk mendapatkan lebih banyak uang dari investor. Segi manapun yang kamu percaya, hal paling utama mengapa bisnis startup gagal adalah karena mereka kehabisan uang atau modal. Modal atau uang, adalah kehidupan dari bisnis kecil dan bisnis startup up. Sementara banyak situasi unik yang terjadi, kamu harus mengadopsi pandangan bahwa kamu menghabiskan uang seperti kamu tidak memiliki uang. Kenapa? Karena ada banyak sekali hal yang tidak diketahui dalam menjalankan bisnis, dan hal yang dapat terjadi sangat tidak terbatas. Jadi, kamu harus menghemat uang dan menjadi kreatif untuk terus memajukan bisnis kamu. 

Berikut adalah 4 Kesalahan Finansial Bisnis yang harus dihindari untuk bisnis kecil dan bisnis startup. 


1. Membeli barang yang tidak dibutuhkan. 

Ingat ketika kamu tidak memiliki uang? Mungkin di fase awal hidup kamu. Di saat kuliah atau ketika saat pekerjaan pertamamu? Kamu melalui saat itu dengan hal yang kamu butuhkan. Ketika kamu memulai bisnis, sangat dimengerti jika kamu menginginkan laptop baru, website keren, lokasi kantor yang strategis, software premium yang terbaik, dan staff yang bertalenta untuk membantu mengembangkan bisnis kamu. Tetapi, jika kamu merasa gatal u tuk melakukan pembelian besar (bahkan jika itu terasa seperti investasi untuk bisnis kamu) ketika tahap awal bisnis kamu, kamu harus berpikir tentang keputusan tersebut lebih hati-hati lagi. Beberapa pengeluaran seperti membuat website atau menghadiri pameran dagang sangat bergandung dengan tipe bisnis yang kamu jalankan, tapi kamu harus selalu bertanya pada diri kamu jika pengeluaran tersebut apakah bisa membantu kamu mendapatkan keu ringan di jangka pendek. Beberapa pengeluaran lain seperti pesta untuk karyawan, Jalan-jalan untuk meningkatkan ikatan tim, dan barang elektronik sangat tidak penting untuk perkembangan bisnis kamu. Tumbuhkan bisnis kamu dulu dan kumpulkan lebih banyak uang yang dapat dibakar sebelum menghabiskan untuk "enak untuk dimiliki"


2. Libatkan keuangan pribadi. 

Bahkan jika kamu memiliki atau memisahkan kauangan pribadi dan bisnis kamu, ada beberapa skenario yang mengharuskan kamu untuk memakai keuangan pribadi kamu untuk membiayai bisnis kamu, seperti perluasan bisnis, atau membayar iklan yang memungkinkan kamu mendapatkan keuntungan untuk bisnis kamu. Dalam tahun pertama saat bisnis kamu berjalan, ada banyak hal tidak diketahui dan tak terduga, kesempatan belajar akan datang dengan sendirinya. Kenyataannya, kamu akan menemukan jalan buntu. Kamu akan mengalami kegagalan dan beberapa dari mereka mungkin akan datang dengan harga yang besar. Jika kamu terburu-buru dan membeli mobil, rumah, atau hal besar lain untuk kebutuhan pribadi dan bisnis kamu memiliki sesuatu tak terduga yang datang dan kamu tidak dapat membayar diri kamu sendiri bulan berikutnya. Jadi, kamu jangan menghabiskan banyak uang untuk keperluan pribadi, utamakan bisnis kamu terlebih dahulu, dan sesederhana mungkin untuk kebutuhan pribadi jika bisnis kamu masih dalam tahap berkembang. 


3. Selalu siapkan uang untuk keadaan darurat. 

Ada banyak sekali orang yang mengingatkan kita untuk menyiapkan dana simpanan untuk pengeluaran tak terduga. Menyebutnya simpanan untuk saat hujan karena pasti akan ada hal yang tidak diprediksi terjadi dan menutupimua dengan kartu kredit adalah solusi yang berpandangan sempit yang mana hal tersebut kebanyakan hanya membawa masalah lebih dalam lagi. Banyak perencana finansial menasihati para pengusaha untuk menyimpan uang setara dengan pengeluaran 3 bulan untuk saat darurat, baik itu untuk bisnis nereka atau untuk kehidupan pribadi. Para investor memiliki istilah yang digunakan dalam permodalan bisnis startup, yaitu "pelarian". Hal tersebut adalah sebanyak mana uang yang kamu miliki untuk memperpanjang "pelarian" Bisnis kamu selama mungkin hingga kamu mendapatkan keuntungan. Semakin lama langka waktunya, semakin baik. 


4. Mengerti tentang Pajak kamu dan Akibatnya. 

Dulu, ketika kamu masih menjadi pekerja, pimpinan bisnis kamu lah yang mengurus pajak. Baik itu pajak perusahaan ataupun pajak pendapatan pribadi. Sekarang ketika kamu memulai bisnis sendiri, sudah waktunya kamu memikirkan tentang pajak, apa yang diakibatkan oleh hal tersebut dan proses nya. Jangan membuat kesalahan tentang pajak seperti kebanyakan pengusaha tentang lokasi bisnis dan struktur bisnis kamu. 


Sekian 4 Kesalahan Finansial Bisnis Startup yang harus dihindari untuk bisnis kecil atau startup, semoga bermanfaat.