Apa itu Pola Hammer Candle Stick

Edukasi-Remaja.com - Tentang dan Ciri Pola Hammer Candle Stick. Bagi kalian yang melakukan trading, pastinya sudah mengenal atau mungkin bahkan telah menguasai analisis teknikal. Kalian pasti sudah menyadari jika analisis teknikal memiliki peran penting dalam dunia trading. Karena itu, para trader dianggap harus memiliki skill untuk  menganalisis kemungkinan terbesar dari pergerakan harga pasar dalam sebuat chart menggunakan analisis teknikal ini.

Ketika kalian menganalisis pergerakan harga pasar, salah satu cara yang sering dilakukan adalah menganalisa menggunakan pola candlestick. Ada banyak sekali pola candlestick yang bisa kalian jadikan acuan saat menganalisa pergerakan pasar, salah satunya adalah pola hammer candlestick sebagai pilihan favorit. Kenapa? Karena pola ini merupakan salah satu jenis pola paling umum dan mudah untuk digunakan dalam mengidentifikasi pergerakan pasar. Karena jenis candlestick ini sangat sering muncul ketika harga tren akan berakhir.

Apa itu Pola Hammer Candle Stick dan Ciri-Ciri nya

Biasanya pola jenis ini ditandai dalam bentuk tubuh kecil dan bayangan maupun sumbu lebih panjang dari ukuran tubuhnya. Untuk lebih lengkapnya mengenai pola hammer Candle Stick ini, simak artikel berikut.

Pengertian Pola Hammer Candlestick

Pada dasarnya, pola ini merupakan pola grafik harga yang terjadi saat suatu sekuritas diperdagangkan dengan signifikan dan lebih rendah dari harga pembukaannya, namun reli dalam periode penutupannya mendekati harga pembukaan. Selain itu, pola ini juga dikatakan sebagai pattern pembalikan dari bullish yang sering muncul pada akhir tren turun.

Pola ini sendiri membentuk candle berupa palu dengan bayangan bawah setidaknya dua kali lebih panjang dibandingkan ukuran tubuh yang aslinya.

Hal tersebut menjelaskan bahwa tubuh candle mewakili adanya perbedaan dari harga pembukaan dengan harga penutupan. Sedangkan untuk bayangan menunjukkan harga tinggi dan juga rendah dalam periode tersebut.

Ciri-Ciri Terjadinya Pola Hammer Candlestick

Untuk mengetahui bagaimana pola ini terbentuk, trader bisa mengetahui sejumlah ciri-ciri yang ditunjukkan. Di mana, mengetahui pola hammer candlestick sendiri juga cukup mudah untuk dilakukan. Adapun ciri-ciri terjadinya pola ini di antaranya:

  • Terjadi pada akhir sebuah downtrend.
  • Panjang ekor setidaknya tidak melebihi dari dua kali lipat ukuran bodi candle.

Walaupun dua ciri ini bisa menjadi indikator untuk mengetahui terjadinya pola hammer candlestick, namun tidak ada ketentuan mengenai warna candle.

Akan tetapi, jika pola hammer candlestick memiliki warna bullish, maka hal ini berarti kekuatan reversal akan terjadi lebih baik.

Batasan dalam Menggunakan Pola Hammer Candlestick

Setelah memahami apa itu pola hammer candlestick, ada sejumlah hal yang harus diketahui sebelum menggunakan pola ini. Dalam hal ini, penggunaannya sebagai indikator perlu diketahui bahwa tidak adanya jaminan dari harga aset bakal terus mengalami pergerakan ke arah atas dari candle konfirmasi alias bisa saja turun terus-menerus.

Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana batasan dari penggunaan pola ini. Hammer candlestick dengan bayangan panjang serta candle konfirmasi kuat, bisa mendorong harga cukup tinggi dengan dalam dua periode. Hal ini berarti momen tersebut bukanlah tempat maupun waktu yang ideal dalam membeli suatu aset.

Di mana, stop loss tersebut cukup jauh dari titik masuk sehingga mengakibatkan munculkan risiko yang membuat trader mengalami kerugian.

Perbedaan Pola Hammer Candlestick dan Doji

Lalu, apakah pola hammer candlestick dan Doji bisa dikatakan sama? Jawabannya jelas berbeda, karena bentuk tubuh dari kedua pola tersebut memang berbeda. Di mana, bentuk tubuh Doji memang lebih kecil jika dibandingkan hammer candlestick.

Selain itu, pola Doji juga menjadi candle yang menandakan adanya keragu-raguan terkait adanya pola bayangan di atas dan juga bawah.

Doji candlestick juga bisa digunakan dalam menandakan adanya pembalikan harga maupun kelanjutan tren di pasar. Sementara untuk hammer candlestick memiliki pola dengan kemunculan setelah adanya penurunan harga suatu aset. Di mana, hal tersebut sebagai pertanda adanya potensi pembalikan naik.

Bentuk pola hammer candlestick juga hanya memiliki bayangan pada bagian bawah yang lebih panjang dibandingkan tubuh pola tersebut.

Kesimpulan

Pada dasarnya, pola ini sendiri bisa menjadi salah satu cara yang digunakan dalam menganalisis chart ketika trader ingin memulai trading. Walaupun begitu, trader sendiri tidak bisa 100 persen tepat dalam melakukan analisis pada pergerakan harga pasar. Akan tetapi, setidaknya trader bisa meminimalisir terjadinya kerugian dan memperbesar profit yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan mendalam dan analisis yang tepat jika kalian ingin memulai aktivitas trading di sejumlah aset. Hal ini menyangkut risiko kerugian pada dana atau modal yang ingin digunakan untuk trading.

Selain itu, hal ini juga akan menambah pengalaman kalian dalam dunia trading dan bisa menjadi pembelajaran dalam menentukan strategi yang tepat pada aktivitas trading mendatang. Sekian artikel tentang pola hammer candle stick, semoga bermanfaat.