6 Nasihat tentang Keamanan Siber untuk Bisnis Kecil

6 Nasihat untuk pemilik bisnis tentang keamanan siber - Tanggal 7 mei adalah hari password sedunia, dan itu merupakan peringatan atas banyak pelaku usaha atau bisnis dan pemilik bisnis kecil untuk memperioritaskan atau menjadikan prorioritas tentang keamanan siber dan perlindungan lainnya.

Nasihat untuk pemilik bisnis tentang keamanan siber - Tanggal 7 mei adalah hari password sedunia, dan itu merupakan peringatan atas banyak pelaku usaha atau bisnis dan pemilik bisnis kecil untuk memperioritaskan atau menjadikan prorioritas tentang keamanan siber dan perlindungan lainnya.


Pemilik bisnis dapat melakukan banyak hal untuk membuat kemanan dan mengurangi resiko pembobolan, dengan tambahan meminimalisasikan kerusakan karena pembobolan keamanan siber mereka. Karena itu, untuk membantu perusahaan atau bisnis anda mengembangkan sistem keamanan yang kuat, ada 6 Nasihat untuk pemilik bisnis tentang Cyber Security.

1. Anda tidak pernah menjadi terlalu kecil untuk menjadi target

Banyak pelaku bisnis, dan pemilik bisnis kecil menganggap atau berpikir bahwa mereka adalah ikan kecil dibandingkan dengan pemilik bisnis lain. Pemilik perusahaan kecil cenderung menganggap bahwa mereka terlalu kecil untuk menerima perhatian atau menjadi target dari serangan siber, atau pencurian data. tetapi itu tidak berarti pelaku kejahatan berpikir seperti itu.

Perlu diingat, jika anda memiliki sesuatu yang berharga untuk diambil, maka mereka akan melakukannya. Apalagi karena bisnis kecil adalah target yang mudah, karena sedikit nya atau bahkan tidak ada sama sekali keamanan siber untuk melindungi diri mereka.

2. Keamanan adalah masalah Bisnis juga

Kemanan data perusahaan anda merupakan sesuatu yang memerlukan perhatian, investasi dan usaha yang tidak mudah. Kemanan siber bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan setengah jalan, karena sesungguhnya penyerangan siber dapat meruntuhkan bisnis anda, dan membuat kerja keras anda selama ini menjadi sia-sia.

Penyerangan siber dapat mengakibatkan kerugian finansial, pencurian data, dan membuat pelayanan perusahaan anda tidak berfungsi. Hal itu tentunya cukup berbahaya, mengingat jika perusahaan kehilangan dana, data pelanggan atau menghentikan pelayanan, maka hal tersebut akan membuat konsumen menjadi tidak peracaya atas perusahaan anda, dan memungkinkan mereka untuk beralih ke merek lain yang lebih aman untuk melindungi data mereka.

3. Bukan "jika" tapi "kapan"

Hentikan pertanyaan "jika" perusahaan ada terkena serangan siber, dan ganti mereka menjadi "kapan" perusahaan anda terkena serangan siber. Pertanyaan nya bukan tentang bagaimana jika anda mendapatkan masalah serangan siber, tetapi kapan anda akan mendapatkan nya.

Asumsikan bahwa perusahaan anda akan menderita Cyberattack, dan ingatlah bahwa deteksi dan respon atas serangan siber sama pentingnya dengan usaha pencegahan yang dilakukan. Ada baiknya anda menyusun rencana untuk menanggulangi masalah Cybersecurity yang ada, dan kemudian menjalankannya. Seperti secepat apa perusahaan anda dapat mendeteksi serangan siber, cara meminimalisir dampak serangan siber, dan respon anda terhadap serangan siber.

4. Identifikasi Aset anda yang Terpenting

Menjadikan Cybersecurity sebagai perhatian mungkin akan dianggap berlebihan bagi pelaku usaha, perusahaan atau pemilik bisnis kecil, karena mereka menganggap bahwa kemanan siber bukanlah sesuatu yang penting. Tetapi, anda perlu mengingat, apa aset bisnis anda yang terpenting? yang bisa menjadi berharga?

Aset berharga di perusahaan anda mungkin berbeda tergantung jenis usaha anda, tetapi masalah kemanan data perusahaan dan data pelanggan menempati posisi paling tinggi untuk diamankan dari serangan siber. Bayangkan jika data pelanggan dicuri, dan orang lain akan mendapatkan Nama, Alamat serta info Kartu Kredit pelanggan anda? Tentu hal tersebut akan menjadi sesuatu yang berbahaya bagi keuangan finansial pelanggan anda, dan pelanggan kemudian akan menyalahkan anda atas kehilangan data mereka yang telah disalahgunakan oleh pihak ke-3.

5. Orang lain adalah Aset anda yang Paling berharga - Dan Beresiko Tinggi

Tahun 2021 ini, ada banyak perusahaan yang mempekerjakan karyawan mereka dari Rumah, banyak perusahaan yang akhirnya menyadari bahwa user mereka (dalam hal ini karyawan) terkadang dapat menjadi sarana terlemah dalam Kemanan Siber. Pelaku Penyerangan Siber akan mencari jalan masuk dari device karyawan anda dan dari jaringan yang tidak aman (wifi tanpa password termasuk dalam jaringan tidak aman).

Namun, tidak semuanya merupakan kabar buruk, karena orang lain juga dapat menajadi aset paling berharga dalam Cybersecurity. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi dimana poin masalah muncul, dan memberikan keamanan ekstra, serta memberikan edukasi tentang cybersecurity kepada karyawan dan resiko kemanan siber.

6. Jangan Lupakan Keamanan fisik

Perusahaan anda, dalam hal Cybersecurity tidak terbatas dalam jejak digital saja. Karena, benda atau device yang dicuri dapat menjadi titik lemah atas data perusahaan anda. Maka harus ada rasa kepemilikan yang kuat dan pencegahan untuk keamanan barang atau device bagi anda dan karyawan.

Sekian 6 Nasihat tentang Keamanan Siber untuk Bisnis Kecil, semoga bermanfaat.