Cara Membeli Barang/Properti Sitaan Bank

Edukasi-Remaja.com - Pembelian barang atau properti adalah hal yang biasa. Tapi, dalam pembelian barang/properti, asal dari barang yang dibeli haruslah jelas. Salah satu proses pembelian barang/properti yang sudah menjadi hal biasa sekarang ini adalah barang/properti sitaan bank. 

Barang/Properti sitaan bank, merupakan hasil jaminan dari mereka yang tidak dapat membayar pinjaman mereka kepada bank. Pinjaman tersebut memiliki jaminan, biasanya berbentuk surat tanah atau sertifikat rumah, yang apabila mereka tidak sanggup membayar hutang mereka, maka status kepemilikan nya akan menjadi milik bank.

Ketika melayani pinjaman dengan jaminan, tetapi tidak mendapatkan bayaran kembali, Bank harus menutupi kerugian mereka dengan melakukan penjualan barang/properti hasil sitaan dalam pelelangan. Tetapi, apabila bank tidak sukses menjual properti sitaan mereka lewat lelang, properti ini kemudian akan tertahan dalam stok mereka. Properti sitaan ini disebut properti kepunyaan bank ataupun REO, singkatan dari" real estate owned". Bank akan memberikan hak untuk pengelolaan REO kepada agen propert. Oleh agen properti, REO akan dicatat dalam catatan stok mereka untuk kemudian dijual seperti properti yang lain. Membeli REO akan menjadi lebih mudah jika dibanding membeli langsung properti dari owner rumah. Namun, ada beberapa hal yang wajib kalian ketahui dan lakukan sebelum membeli barang/properti sitaan bank.

Cara Membeli Barang atau Properti Sitaan Bank

Membeli barang/properti sitaan bank sangat mudah mudah sulit, dari sekian banyak jenis barang dan properti, kalian harus memilih yang kalian suka. Misalkan kalian ingin mencari rumah, berikut ini adalah hal yang harus dilakukan ketika kalian ingin membeli rumah sitaan bank :

1. Mulailah mencari REO.

Kalian dapat mencari REO namun bisa jadi tidak dapat membedakan properti ini dari properti yang lain. Tetapi sebab bank umumnya mempunyai begitu banyak rumah sitaan di dalam catatan stok yang akanterus menghabiskan uang mereka, terdapat insentif yang mereka tawarkan supaya lekas terbebas dari stok ini. Di sinilah tempatnya Kalian wajib mencari. Terdapat 3 tempat berbeda di mana Kalian dapat mencari REO:

    • Carilah di dalam catatan lengkap properti yang diucap MLS, singkatan dari Multiple Listing Service yang penuh dengan REO.
    • Kalian dapat bertanya kepada agen properti setempat yang dapat menolong Kalian menciptakan REO di dalam MLS.
    • Carilah di web website bank. Banyak bank yang dengan bangga memasang catatan stok REO mereka di halaman tentang hipotik serta penjualan rumah.
    • Carilah di dalam web website jasa penjualan rumah sitaan. Sebagian jasa penjualan rumah sitaan memohon Kalian membayar supaya Kalian dapat mengakses web mereka, tetapi Kalian dapat pula mencari web website yang gratis.

2. Siapkan Dana kalian, pastikan cukup.

Kalau tidak, kalian dapat mengambil pinjaman terlebih dahulu. Setidaknya jika kalian memiliki persetujuan dini penarikan pinjaman(diberikan oleh kreditur sehabis melaksanakan analisis laporan keuangan serta evaluasi kredit calon debitur) ataupun pesan penjelasan penarikan pinjaman( diberikan oleh kreditur tanpa analisis kredit calon debitur.) Terdapatnya persetujuan dini atas pemberian pinjaman saat sebelum Kalian mencari REO merupakan langkah yang sangat pas. Lebih baik lagi bila Kalian dapat memperoleh pesan persetujuan kredit dari bank yang mau menjual REO karena proses pembelian rumah ini hendak jadi sangat gampang. Sebagian pemberi pinjaman( misalnya Veterans Affairs di AS) bisa jadi hendak menawarkan sarana pinjaman dengan opsi yang lebih sedikit, umumnya bila rumah yang mau dibeli tidak gampang laku, jadi Kalian butuh cermat dalam memilah rumah REO yang akan Kalian beli.

3. Tentukan apakah Kalian mau mencari rumah dengan diskon atau tidak.

Sebab aktivitas bisnis bank bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kerugian mereka, harga REO yang mereka ajukan pastilah sangat kompetitif di pasar properti seperti harga biasanya. Di lain sisi, properti dengan harga diskon umumnya dijual dalam keadaan yang bermasalah sehingga sedikit sekali orang yang tertarik untuk membelinya. Kebalikannya, properti yang tidak memiliki banyak permasalahan  akan dijual sesuai dengan harga pasar yang bisa jadi tidak akan mempengaruhi pembelian REO. Bila Kalian lagi mencari REO dengan harga diskon, bank umumnya menawarkan insentif supaya stok REO mereka dapat terjual dengan cepat. Dikarenakan bank  yang menawarkan REO tidak berhasil menjual properti tersebut melalui lelang karena harga terendah yang mereka inginkan tidak tercapai, harga jual yang mereka tawarkan ini tentunya akan menjadi lebih rendah lagi bila bank benar-benar ingin properti mereka terjual dengan cepat.

4. Lakukan evaluasi serta pengecekan.

Kalian perlu melakukan evaluasi sebelum kalian membeli properti. Tidak sedikit orang yang mengabaikan pentingnya pengecekan pada properti sitaan yang akan mereka beli karena tidak ingin menghabiskan lebih banyak uang untuk pergi mengecek dan mempekerjakan para ahli. Namun, hal tersebut justru menjadi bumerang. Sebaiknya kalian ingat kalau menghabiskan satu juta rupiah lebih baik dari pada menanggung kesusahaan nantinya, misalkan apabila ternyata jaringan listrik dirumah sitaan tersebut tidak terpasang dengan baik, sehingga dapat menyebabkan arus pendek, yang mana akan menghabiskan lebih banyak uang lagi.

5. Lakukan pengecekan status akta/sertifikat

Hal ini harus kalian lakukan untuk mengecek siapa pemilik properti pada saat sebelum melaksanakan transaksi penjualan. Pengecekan status akta/ sertifikat fakta kepemilikan properti merupakan jasa yang wajib kalian lakukan untuk memastikan kalau properti ini memanglah benar dimiliki oleh pihak yang berkepentingan serta statusnya cocok dengan peraturan yang terpaut dengan properti tersebut. Contohnya, pengecekan akta kepemilikan properti bisa jadi mengatakan kalau properti ini masih terikat oleh hak gadai, sehingga wajib dilunasi pada dikala penjualan. Bila Kalian tidak ingin tiba-tiba menanggung hutang akibat pemilik sebelumnya dikarenakan properti yang kalian beli ternyata dalam status tergadaikan, ada baiknya kalian lakukan pengecekan terlebih dahulu. Permasalahan lain yang bisa jadi akan terlihat dapat berbentuk pembatasan atau sengketa yang masih mengikat properti ini, misalnya perjanjian sewa serta easement yang merupakan hak keistimewaan secara terbatas buat memakai properti kepunyaan pihak lain. 

6. Tunggulah respons dari bank.

Menawar harga REO berbeda dari menawar harga properti pada biasanya. Misalnya, owner rumah yang menjual rumah secara tradisional ingin agar penjualan mereka lebih cepat sehingga mereka merespon lebih cepat. Sayangnya, Bank pada umumnya tidak seperti itu karena mereka hendak berupaya menunjukkan kepada calon pembeli kalau mereka ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi dari REO yang mana hal tersebut akan mendorong mereka memberikan penawaran harga kepada pihak lain yang lebih besar dibanding permintaan kalian, tetapi apabila harga yang kalian tawarkan adalah harga pasaran, maka proses jual-beli ini akan menjadi agak rumit dan lama. Jadi ada baiknya persiapkan mental kalian terlebih dahulu.

7. Cari ketahui tentang persetujuan pinjaman Kalian.

Jika kalian melakukan langkah ke-2, yaitu mencari kredit atau pinjaman. Kalian harus mencari tahu status pengajuan pinjaman kalian. Apablia permintaan kredit kalian telah disetujui serta kalian dapat mempunyai properti ini, cari ketahui apakah pemberi pinjaman dapat meminjamkan uang kepada Kalian sebesar harga rumah sitaan ataupun dengan jumlah yang lebih universal daripada yang Kalian perkirakan. Hal tersebut dapat kemudian kalian sesuaikan dengan budget yang kalian miliki sebelum melakukan tahap deal saat pembelian properti sitaan.


Nah, itu dia hal-hal yang harus dilakukan ketika membeli barang/properti sitaan bank. Semoga artikel tentang cara membeli barang/properti sitaan ini bermanfaat.