<script> var vioMagzSetting = { numberedPageNav: true, perPage: 8, bacaJuga: true, jumlahBacaJuga: 3, judulBacaJuga: "Baca Juga", }; </script>
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Kesalahan Dalam Negoisasi yang harus Dihindari

5 Kesalahan dalam Negoisasi yang harus Dihindari - Dalam kehidupan, pastinya manusia pernah bernegosiasi. Bahkan sejak  dari kecil hingga saat ini, kita sudah terbiasa untuk tawar menawar untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Proses tawar menawar tersebut bisa disebut sebagai Negoisasi. Tetapi, banyak orang yang lupa, bahwa setiap hal yang kita lakukan atau kita inginkan bisa di negoisasikan, mereka terbiasa menerima mentah-mentah penawaran dari orang lain dengan harga atau peraturan yang telah ditetapkan tanpa bernegosiasi terlebih dahulu.

Baca Juga : Review Pengiriman Kargo Shopee

Kesalahan dalam negoisasi


Negoisasi dapat memakan waktu yang sangat lama dalam prosesnya, untuk mencapai kata sepakat, dibutuhkan persetujuan oleh kedua belah pihak. Namun, terkadang juga bisa jadi negoisasi tidak membuahkan hasil apa-apa, hal tersebut sering terjadi dikarenakan posisi yang berbeda antara pihak yang bernegosiasi. Ada pihak yang membutuhkan pihak lainnya, dan ada juga pihak yang saling membutuhkan. Negoisasi akan mudah dilakukan ketika pihak-pihak tersebut saling membutuhkan satu sama lain, dan sebaliknya negoisasi akan sulit dilakukan ketika hal tersebut hanyalah ketergantungan salah satu pihak ke pihak yang lain tanpa memberi keuntungan apapun kepada pihak tersebut. Sekarang, Edukasi-Remaja.com akan menjelaskan tentang Apa itu Negoisasi dan 5 Kesalahan dalam Negoisasi yang harus dihindari. 


Apa itu Negoisasi

Negoisasi adalah proses transaksi, komunikasi atau perundingan tentang kesepakatan yang melibatkan dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh kedua belah pihak. Hasil negoisasi akan menentukan tindakan yang akan dilakukan oleh pihak yang terlibat negoisasi nantinya. 

Negoisasi tidak selamanya menguntungkan kedua belah pihak, dalam proses perundingan, ada saja pihak yang dirugikan, baik itu secara sadar ataupun tidak sadar. 

Negoisasi telah dikatakan berhasil ketika kedua belah pihak atau lebih telah menyepakati hasil perundingan tersebut, baik secara kontrak ataupun tanpa kontrak. 


5 Kesalahan dalam Negoisasi yang Harus Dihindari


1. Jangan Membuat Asumsi

Kunci menuju Negoisasi yang sukses adalah dengan persiapan, dan hal tersebut artinya mengetahui lebih daripada angka dan fakta yang ada. 

Jika anda gagal untuk bersiap untuk negoisasi maka anda sudah bersiap untuk gagal. Persiapan berarti mengumpulkan dan mengerti data yang ada, hal tersebut termasuk perbandingan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, atau jika anda dalam negoisasi bisnis dan membutuhkan pihak lain, kamu bisa membandingkan dirimu dengan  para pesaing. Akan sangat bagus bila anda memiliki kesadaran tentang sekeliling anda atau tentang industri yang anda kerjakan. 

Artinya, anda harus tahu, siapa pembuat keputusan, apakah anda? Atau pihak lain? Anda juga harus mengetahui apa yang pihak lain  utuhkan, hargai, harapkan dan takuti. Ada baiknya jika anda tidak berasumsi bahwa segalanya tidak dapat di negoisasikan sebelum dilakukan. 

Kumpulkan data sebanyak-banyaknya, dan bersiaplah untuk menanyakan pertanyaan krusial dan mendapatkan info yang membuka peluang dalam negoisasi, karena hampir tidak ada "Cara dan Bagaimana" dalam Negoisasi. Semakin siap anda, maka semakin baik anda bisa mengarahkan negoisasi. 


2. Jangan Terburu-buru

Negoisasi bisa memakan waktu, terlebih jika anda ingin mereka berjalan dengan lancar. Gunakan waktu yang ada untuk berhubungan dengan pihak lainnya. Seperti membagi informasi personal tentang anda, hal tersebut dapat memberikan sinyal kepada pihak lain bahwa anda adalah pribadi yang terbuka dan mengharapkan tumbuhnya hubungan antara satu dengan yang lainnya. Dengan begitu, negoisasi akan beralih fungsi dari aling memaksakan kehendak menjadi pembicaraan yang produktif. 

Dan jangan takut ketika ada jeda dalam pembicaraan atau negoisasi, karena hal tersebut akan membantu setiap orang mengambil perspektif baru dan mengalihkan emosi. 

Negoisasi tidak harus selesai dalam satu waktu. 


3. Negoisasi bukanlah tentang Personal

Sangat mudah untuk membiarkan emosi menguasai anda dalam negoisasi, terlebih jika anda dipengaruhi emosi. Waspadalah, karena menjadi emosional akan merusak perspektif dan produktivitas anda. 

Kuasai diri anda, dan ubah situasi dimana anda merasa terdesak dan defensid menjadi momen dimana rasa ingin tahu muncul, sehingga anda bisa mendapatkan timbal balik. Hal tersebut bisa jadi salah satu cara atau saran untuk membuat anda menjadi lebih baik lagi. Sedangkan jika anda emosi, anda tidak akan mendapatkan apa-apa, selain harga diri yang terluka. 

Anda harus tahu apa pemicu emosi anda, dan tahu kapan harus berhenti ketika situasi beralih ke arah yang salah. 


4. Jangan Terima kesepakatan Buruk

Benar bahwa negoisasi memakan waktu yang lama, melelahkan dan membuat stress. Semuanya dapat dengan mudah diselesaikan dengan kata sepakat, namun sepakat hanya untuk mendapatkan kesepakatan tidaklah bagus, tidak perduli anda berada dalam sisi yang mana. 

Sangat penting untuk mengingat bahwa kesepakatan tidak selalu lebih baik daripada tidak ada kesepakatan. Anda harus mengerti apa yang terjadi dalam negoisasi dan apa yang rela anda lepaskan dan apa yang tidak. Contohnya ketika isi kesepakatan merugikan anda, lebih baik untuk menolak dan mengajukan kesepakatan lain atau pergi daripada menerimanya. 

Selalu ingat, bahwa kamu selalu punya pilihan untuk tidak membuat kesepakatan. 


5. Jangan berlebihan dalam Negoisasi

Ketika anda cukup beruntung mendapatkan posisi yang lebih baik dalam negoisasi, jangan memanfaatkan kelebihan tersebut terlalu banyak. Pikirkan tentang konsekuensi nya terlebih dahulu, anda mu gkin mendapatkan apa yang anda inginkan, tapi, apa harganya? 


Sekian informasi tentang 5 Kesalahan Dalam Negoisasi yang harus Dihindari, semoga bermanfaat.