Mengenal Apa itu Ponzi dan Kenapa Harus Di Hindari

Kode Referral - Belakangan ini, berita tentang sebuah aplikasi yang disebut-sebut sebagai ponzi telah menarik perhatian masyarakat. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dianggap perjudian dalam kedok trading. Mengapa kemudian disebut ponzi? Karena aplikasi tersebut memiliki sistem afiliasi yang dianggap bisa memberikan para affiliator keuntungan. Bagi kalian yang belum tahu, Ponzi sendiri merupakan salah satu skema penipuan. Oleh karena itu, kali ini edukasi-remaja.com akan membahas tentang apa itu ponzi, bahaya ponzi, media ponzi dan cara menghindari ponzi.

Di tengah situasi yang tidak menentu, setiap orang tentunya ingin mencari cara untuk menambah pemasukan mereka agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan rumah tangga. Sekarang ini, mencari yang bisa dilakukan melalui smartphone dengan berbagai cara, salah satunya adalah trading. Namun, tidak setiap aplikasi merupakan aplikasi yang jujur. Salah satunya adalah kasus aplikasi Bin*mo yang membuat media berita dan bappebti menunjukkan taring nya. Aplikasi Bin*mo sendiri, dituding sebagai aplikasi ponzi. Nah apa sih ponzi itu? yuk dibaca artikel nya hingga habis.

Mengenal Apa itu Ponzi dan Kenapa Harus Di Hindari

Berikut ini adalah artikel tentang ponzi, media ponzi, contoh ponzi dan cara menghindari ponzi.

Apa itu Ponzi?

Ponzi merupakan salah satu skema atau modus penipuan. Dilansir dari wikipedia, SkemaPonzi merupakan jenis skema penipuan yang menarik investor dan memberikan keuntungan kepada investor yang lebih dulu bergabung dengan dana yang dierima oleh investor atau anggota baru. Skema ini memberikan keyakinan kepada para korban bahwa ada keuntungan yang nyata dan bisa mereka dapatkan, serta bahwa mereka menginvestasikan uang mereka kepada bisnis yang legal, namun tetap tidak mengetahui kalau investor lain merupakan sumber dana bisnis atau "penipuan" tersebut yang digunakan untuk memberikan mereka ROI (Return of investment) atau profit.

Dari penjelasan diatas bisa diambil kesimpulan bahwa skema ponzi adalah jenis penipuan yang memberikan "keuntungan" kepada para penyetor dana menggunakan dana yang disetorkan oleh pengguna lain, parahnya lagi para pengguna yang menyetor dana mereka tidak dapat mengetahui jika dana yang mereka setorkan akan digunakan untuk "membayar" pengguna lain. Hal tersebut membuat ponzi sebagai salah satu modus operasi penipuan yang dikecam oleh pemerintah dari berbagai negara.

Bahaya Skema Ponzi

Berikut ini adalah bahaya skema ponzi bagi para investor atau pengguna :

1. Mereka adalah Bisnis Palsu

Skema ponzi merupakan penawaran bisnis, yang mana berjanji memberikan keuntungan kepada para pengguna atau investor mereka. Namun, sebenarnya tawaran bisnis ini palsu karena tidak memiliki perusahaan "nyata", bisnis yang "nyata" serta aktivitas "nyata" dari tawaran bisnis tersebut.

Memang mungkin ada beberapa kasus dimana para penipu yang menggunakan skema ponzi membuat perusahaan sendiri agar meyakinkan para korban, namun perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama karena merupakan "kedok" bagi mereka agar para korban lebih percaya dan yakin akan tawaran bisnis mereka.

2. Mereka Tidak Mengeluarkan Modal

Para penipu dengan skema ponzi, tidak mengeluarkan modal sama sekali ketika membuat "bisnis". Mereka mengandalkan dana dari para "investor" atau pengguna mereka yang menyetorkan dana, sehingga mereka akan semakin kaya seiring dengan banyaknya pengguna atau investor mereka.

Karena mereka tidak mengeluarkan modal sama sekali, mereka tidak akan mengalami kerugian. Malah, para pengguna atau "investor" yang akan dirugikan oleh mereka karena mereka adalah sumber dana dari skema ponzi ini.

3. ROI Lama atau Sulit Dicapai

Ketika berinvestasi, ROI atau Return of Investment merupakan poin terpenting oleh para investor. Jika dana yang mereka setorkan saat berinvestasi lama atau sulit untuk mencapai ROI, mereka akan menyetorkan dana lebih banyak lagi atau tetap menyimpan uang mereka di perusahaan penyedia jasa/layanan.

Hal diatas tentunya akan meresahkan para pengguna, apalagi jika perusahaan tiba-tiba tutup dan membawa kabur uang investor atau pengguna.

4. Bisa Berhenti Beroperasi Kapan Saja

Para perusahaan dengan skema ponzi, dapat menutup perusahaan mereka atau berhenti melakukan "pelayanan" kapanpun mereka mau. Ketika uang yang mereka dapat dirasa cukup banyak, maka mereka bisa menghentikan jasa atau layanan mereka. Hal ini tentunya akan merugikan pengguna atau "investor" dimana mereka menyetorkan dana dan tidak bisa mendapatkan kembali dana yang telah mereka setorkan.

5. Tidak Terdaftar Secara Resmi

Perusahaan penyedia layanan Ponzi, tidak pernah mendaftarkan diri mereka secara resmi. Kenapa? Karena ketika mendaftarkan perusahaan mereka, akan ada inspeksi atas usaha/bisnis dan layanan mereka. Jadi, pendaftaran secara legal sudah pasti akan mereka hindari. Namun, tidak kalah pintar. Para penipu yang menggunakan skema ponzi ini terkadang mengklaim merupakan perusahaan luar negeri, yang tidak memiliki izin di negara tempat mereka beroperasi.

Di Indonesia sendiri, pemerintah tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar waspada dengan layanan investasi yang tidak terdaftar di Indonesia.

6. Tidak Dapat Meminta Pertanggung Jawaban

Jika dana kalian dibawa kabur, kalian tidak akan bisa meminta ganti rugi atau tanggung jawab kepada perusahaan tempat kalian menyetorkan dana. Kenapa? Karena perusahaan mereka palsu, mereka tidak memiliki aktivitas bisnis, tidak ada izin usaha, dan bahkan penipuan mereka dilakukan dengan "anonim" sehingga informasi tentang pelaku menjadi sulit dicari.

Di Indonesia sendiri, jika perusahaan investasi atau keuangan terdaftar di Bappebti maka para pengguna atau investor bisa meminta pertanggung jawaban. Karena perusahaan yang terdaftar dan memiliki izin dari bappebti merupakan perusahaan yang nyata dan memiliki aktivitas bisnis yang nyata.

Media Ponzi

Skema Ponzi, dilakukan dengan berbagai cara agar dapat menarik minat korban mereka. Berikut adalah media-media yang digunakan oleh para penipu praktik ponzi :

1. Mulut ke Mulut

Punya teman? Saudara? Tentu, manusia pasti memiliki teman walaupun hanya seorang. Sifat dasar manusia yang pasti memiliki teman inilah yang membuat praktik ponzi hingga sekarang masih menggunakan media mulut ke mulut, atau dari teman ke teman. Kenapa? Karena tidak ada yang lebih meyakinkan daripada ucapan orang yang sudah dikenal.

2. Telepon / SMS

Pernah mendapatkan tawaran investasi dari telepon atau SMS? Sebaiknya berhati-hati deh, karena sudah jelas 99% dari SMS saat ini merupakan SMS penipuan. Terlebih lagi jika mereka menggunakan telepon, harus dipikirkan kenapa tiba-tiba ada yang menawarkan investasi lewat telepon ke nomor kalian? Dan dari mana mereka mendapatkan nomor kalian?

3. Iklan

Pernah melihat iklan? Tentunya kalian pernah melihat iklan. Iklan mudah diingat dan bisa membuat orang-orang tertarik ketika melihat iklan investasi yang menawarkan keuntungan besar. Di beberapa negara, iklan tentang investasi sudah dilarang, namun hal ini tidak dapat menutup kemungkinan bahwa para penipu dengan praktik ponzi menggunakan iklan sebagai media pemasaran mereka.

4. Aplikasi

Sekarang ini, mencari aplikasi yang memberikan layanan keuangan semakin mudah, kalian bisa melihat-lihat play store dan app store untuk menemukan aplikasi layanan keuangan. Tetapi, tidak semua aplikasi tersebut dibuat oleh perusahaan resmi dan terdaftar. Contohnya kalian pasti pernah mendengar tentang APK mintkits dan APK RIOT BLOCKCHAIN, mereka merupakan skema ponzi yang dapat membawa kabur dana pengguna mereka.

Untuk informasi, APK Mintkits telah membawa kabur dana pengguna hingga ratusan juta rupiah. (bisa kalian cari di google)

Cara Menghindari Skema Ponzi

Setelah membaca poin-poin diatas tentang apa itu ponzi, media ponzi, dan bahaya ponzi, tentunya sekarang kalian mengerti kalau skema ponzi harus dihindari. Nah, berikut ini adalah cara menghindari skema ponzi :

1. Waspada

Kalian harus waspada dengan setiap tawaran yang mengatakan kalau mereka bisa memberikan kalian keuntungan besar. Misalkan kalian ditawari keuntungan ratusan juta hanya dengan modal puluhan juta, tentunya sudah sangat mencurigakan.

2. Skeptis

Ketika ada yang memberikan kalian tawaran "bisnis" kalian harus skeptis, dan bertanya perusahaan apa itu? Darimana mereka membayar kalian? Apa bisnis mereka? Apa aktivitas perusahaan tersebut? Karena seperti yang kalian tahu, tidak ada yang menawarkan makan siang gratis.

3. Hindari Perusahaan Tidak Resmi

Kalian harus melakukan riset dan meneliti perusahaan sebelum berinvestasi atau menggunakan layanan mereka. Seperti dimana alamat kantor mereka? Apakah memiliki izin usaha? jika mereka merupakan platform investasi, apakah memiliki izin dari bappebti?

4. Hindari Perusahaan "Muda"

Perusahaan penyedia layanan akan semakin tepercaya jika mereka telah melayani pengguna mereka selama bertahun-tahun. Karena itu, perusahaan-perusahaan "muda" atau baru buka dan melayani akan cenderung dihindari oleh para pengguna atau investor berpengalaman. Jika kalian ingin berinvestasi, setidaknya pilihlah perusahaan yang memang telah berpengalaman dan sudah ada sejak lama.

Sekian artikel tentang Mengenal Apa itu Ponzi dan Kenapa Harus Di Hindari, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang mencari apa itu ponzi, bahaya ponzi, media ponzi dan cara menghindari ponzi.